120 Kijang dan Satpel dilepas Dinkes Papua

oleh -3.660 views
Pelepasan Satgas Kijang dan Satpel oleh Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Dinkes Papua Lesman Tabuni (Foto : Dok Dinkes Papua)

Jayapura – Satuan Tugas Kesehatan Kaki Telanjang (Kijang) dan Satuan Pelayanan (Satpel) Terapung dilepas oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua untuk melakukan pelayanan kesehatan di 10 kabupaten di Provinsi Papua.

Pelepasan ratusan personel satgas kesehatan itu berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Papua, Senin siang kemarin (15/05).

Satgas Kijang merupakan tenaga kesehatan yang bertugas berjalan kaki dari kampung ke kampung untuk melakukan pelayanan kesehatan.

Sementara Satpel Terapung merupakan tenaga kesehatan yang ditugaskan melakukan pelayanan kesehatan dari kampung ke kampung dengan menggunakan perahu.

Upacara pelepasan sekaligus pengarahan kepada satgas itu disampaikan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Dinkes Papua Lesman Tabuni.

Disela-sela upacara pelepasan dan pengarahan itu, salah satu staf Sumber Daya Manusia Dinkes Papua membacakan daftar nama-nama satgas sekaligus lokasi Puskesmas.

“Teman-teman sudah tanda tangan kontrak/sudah diikat untuk menjadi Satgas Kijang dan Satpel Terapung jadi jangan kerja di tempat lain,” kata Lesman. Artinya anggota satgas kesehatan diharapkan fokus dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Lesman mengatakan, program ini merupakan bagian dari perhatian pemerintah kepada masyarakat untuk meningkatkan taraf kesehatan terutama di daerah-daerah yang sulit tersenuth pelayanan kesehatan.

Kijang in action (Foto : Ilustrasi)

Sebelumnya, Lesman mengatakan Dinas Kesehatan Provinsi Papua merekrut sebanyak 120 tenaga Satuan Tugas Kesehatan Kaki Telanjang, terbang dan terapung untuk ditempatkan di daerah terpencil yang hingga kini sulit mendapatkan layanan kesehatan.

Satgas kesehatan itu ditempatkan di 10 kabupaten, yakni Kabupaten Yalimo, Mamberamo Tengah, Mamberamo Raya, Kabupaten Tolikara, Nduga, Deiyai, Dogiyai, Yahukimo dan Kabupaten Waropen.

Dengan adanya tenaga kesehatan yang disebar tersebut diharapkan dapat menigkatkan taraf kesehatan masyarakat di pedalaman serta dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang budaya hidup sehat untuk memelihara kondisi kesehatan masyarakat. (DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *