oleh

112 DOKTER PAPUA LULUS ADMINISTRASI PROGRAM BEASISWA OTSUS 2020

-Artikel, Berita, News-50 views

Kitorangpapuanews.com – Ketika masih banyak pro dan kontra mengenai keberlangsungan kebijakan Otonomi khusus (Otsus) yang penganggaran dananya akan diaudit pada 2021 mendatang, Pemerintah terus mendorong berbagai kebijakan yang mendukung percepatan pembangunan di Tanah Cenderawasih.

Hal ini terlihat dari Pemerintah Provinsi Papua yang resmi mengumumkan 112 dokter asli Papua lulus administrasi program Beasiswa Dokter Spesialis Afirmasi Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2020.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam surat pengumuman Pemerintah Provinsi Papua Nomor 005 / 15892 /SET tentang Program Beasiswa Dokter Spesialis Afirmasi Otsus Papua yang ditandatangani Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) DR.M Ridwan Rumasukun,SE.MM atas nama Gubernur Papua.

“Ditujukan kepada para sarjana kedokteran (S1) program beasiswa dokter spesialis afirmasi Otsus Papua yang telah lolos seleksi administrasi untuk dapat hadir pada Senin 14 September 2020 pukul 13:00 WIT di Auditorium BPSDM Provinsi Papua, Kotaraja,” isi surat tersebut.

112 dokter asli Papua yang dinyatakan lulus tersebut sebagian besar bertugas Kota Jayapura, Kabupaten Lanny Jaya, Biak Numfor, Waropen, Kepulauan Yapen, Mimika, Puncak, Boven Digoel, Nabire, Mamberamo Raya, Merauke, Intan Jaya, Sarmi, Pegunungan Bintang, Paniai, Dogiyai, Supiori, Jayawijaya, Kabupaten Teluk Bintuni serta Kota dan Kabupaten Sorong.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Papua, Aryoko AF Rumaropen,SP.M.Eng mengatakan program Beasiswa Dokter Spesialis Afirmasi Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2020 merupakan suatu program dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis di Papua.

Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen memberikan layanan kesehatan terbaik. dan untuk mewujudkannya, lanjut Rumaropen, tahun ini pemerintah memberikan beasiswa yang cukup besar bagi dokter-dokter asli Papua untuk mengambil dokter spesialis di berbagai perguruan tinggi di tanah air maupun luar negeri.

“Tujuan utama dari program ini adalah dokter-dokter unggul asli Papua yang professional dan terampil. Setelah selesai, mereka kembali ke Tanah Papua untuk mengabdi kepada masyarakat,”jelasnya.

Dari berbagai pernyataan dan pelaksanaan pemberian dukungan beasiswa kepada 112 dokter asli Papua tersebut, cukup memberikan angin segar ditengah merundungnya berbagai terpaan isu Papua yang tidak jelas dan hanya merupakan provokasi dari kelompok separatis. Meskipun tidak ada yang perlu dirisaukan tentang separatisme, sebab Papua telah bersiap akan generasi emas yang berprestasi di berbagai bidang. Sudah saatnya meninggalkan pemikiran “membangun Papua”, bersudut pandanglah dengan “Papua membangun” karena orang asli Papua sendiri yang akan menaikkan derajat daerahnya.

News Feed